Kekebalan Diplomatik


Kekebalan Diplomatik tak Berlaku, Staf Kedubes Rusia Penabrak Pengaspal Jalan Akan Jadi Tersangka

Rabu, 08 Juni 2011 15:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI – Staf Administrasi Kedutaan Besar Rusia akan menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan ini mengakibatkan satu petugas pengaspal jalan terluka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar mengatakan, polisi telah berkoordinasi dengan Dirjen Fasilitas Diplomatik Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia. Kemenlu, katanya, memberikan surat permohonan pada Kedubes Rusia. Sehingga, polisi bisa memeriksa Staf Adminstrasi, Dedkovskly Ilya. “Panggilan minggu ini, minggu depan menghadap,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/6).

Baharudin mengatakan, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi. Di antaranya, korban kecelakaan Yuliardi, empat pegawai pengaspal jalan, dan pihak dari PT Marga Maju Mapan. Menurut Baharudin, Ilya juga telah menjalani pemeriksaan di Unit Laka Lantas Polda Metro Jaya sebagai saksi. “Pernah diperiksa, nanti akan dijadikan tersangka,” katanya.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada Senin (30/5) di ruas tol Cawang-Tomang Km 16.800. Di ruas jalan tersebut, sekitar lima pegawai PT Marga Maju Mapan sedang melakukan pengaspalan jalan. Sekitar pukul 03.05, mobil Toyota Altis Kedubes Rusia yang dikendarai Ilya, menabrak rambu jalan dan kemudian menyerempet pegawai. Akibatnya, satu Pegawai, Yuliardi, luka berat dan satu lainnya luka ringan.

Saat itu, petugas tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap Ilya. Karena pada saat itu, Vice Consulate Kedubes Rusia, Sergey Karyagin, menunjukkan pada Petugas Jalan Raya (PJR) identitas Kedubes Rusia. Menurut Sergey, mereka mempunyai kekebalan diplomatik. Sehingga petugas tidak bisa segera memeriksa Ilya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: c08
Sumber : www.republika.co.id

Kata kantongteh:
Kekebalan diplomatik itu tidak berlaku absolute, jangankan hanya seorang staf, seorang duta besar pun jika memang dianggap perlu dan penting bisa digugat ke pengadilan. Dalam hubungan diplomatik hal seperti ini harus dipikirkan masak-masak, karena kaitannya dengan hubungan bilateral dengan negara lain.
*pengetahuan adalah apa yang kita anggap benar saat ini, mohon koreksinya bila pendapat saya di atas salah. Silahkan tunggu editan postingan ini

3 responses to “Kekebalan Diplomatik

  1. memang tidak absolute tetapi dia tidak bisa dikenakan pidana pada dirinya karena sesuai dengan konvensi wina 1961. walau hanya tersangka pada proses peradilan itu pun apa bila sampai ke pengadilan dan di jatuhi hukuman tetapi dia tidak bisa dijadikan narapidana. hanya di persona non grata dikembalikan negara asal.

  2. jika ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh WNA di suatu negara, maka hukum negara ybs yg berlaku. Tak terkecuali para diplomat. Kecuali tindakan itu dilakukan di dalam wilayah kedubes, maka hukum yg berlaku adalah hukum negara di kedubes. Jadi kedubes itu adalah zona negara asalnya. Karena itu, para diplomat tdk bisa dihukum dengan hukum negara dimana kedubes itu bertempat. Wilayah hukum negara lain itu adalah kedubes, kapal laut, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s